Immortal Draft DOTA 2 Ganggu Situs Tracking?

Spread the love

E Sport Trending – DOTA 2 baru saja mengalami perubahan besar dalam sistem ranked match dengan hadirnya Immortal Draft. Sistem ini bertujuan untuk menciptakan pertandingan yang lebih adil, sekaligus menghilangkan praktik win trading yang kerap terjadi. Meski memiliki tujuan baik, perubahan ini menimbulkan kontroversi dan berdampak pada situs-situs tracking match yang selama ini gunakan oleh komunitas.1

Apa Itu Immortal Draft?

Immortal Draft sendiri merupakan sistem matchmaking yang terapkan khusus bagi pemain dengan MMR atas 8500, naik batas sebelumnya hanya 6500. Dengan adanya sistem, match history pemain tidak dapat akses secara publik, replay pertandingan hanya bisa lihat pemain terlibat dalam game. Selain itu, pemain dengan MMR tinggi juga di wajibkan untuk mendaftarkan nama resmi mereka sebelum bermain di mode ranked. Nama yang sudah terdaftar tidak dapat diubah sampai fase player draft dimulai.

Salah satu aturan baru yang cukup signifikan adalah larangan bagi pemain dengan MMR atas 8500 untuk bermain dalam mode party. Mereka hanya dapat berpartisipasi dalam pertandingan secara solo, sementara MMR mereka akan terus berfluktuasi berdasarkan hasil pertandingan yang mainkan dalam Immortal Draft. Konsep ini sedikit banyak mengingatkan pada sistem Legendary Ranked yang di terapkan oleh Riot Games dalam League of Legends, atau Peak Tournament yang di miliki Tencent di Honor of Kings. Bedanya, di DOTA 2, sistem ini di terapkan dalam format solo ranked.

Dampak Immortal Draft terhadap Situs Tracking

Namun, kehadiran Immortal Draft rupanya membawa dampak yang cukup signifikan bagi beberapa situs tracking match seperti Dota2ProTracker dan Dotabuff. Dengan tidak adanya akses publik ke match history dan replay, para pemain dan analis kehilangan alat penting untuk melakukan riset, mempelajari strategi, serta memahami tren META yang digunakan oleh pro player. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi komunitas, terutama bagi mereka yang bergantung pada data dari pertandingan publik untuk meningkatkan permainan mereka.

Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah Valve akan mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan ini? Mengingat banyak pro player yang berpartisipasi dalam mode ini, kehadiran Immortal Draft mungkin dapat menjadi standar baru yang mengubah cara komunitas memahami dan bermain DOTA 2. Bagaimanapun, perubahan ini menandakan babak baru dalam ekosistem kompetitif DOTA 2 yang masih perlu dievaluasi lebih lanjut.

Related Posts

Indonesia Raih Gelar Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026

Spread the love

Spread the loveE Sport Trending – Indonesia mencatatkan sejarah di dunia esports Asia Tenggara setelah berhasil meraih juara umum di ajang SEA Esports Nations Cup 2026. Turnamen di Ho Chi…

RRQ Tergeser, Paper Rex Kuat di VCT Pacific Stage 1 2026

Spread the love

Spread the loveE Sport Trending – Babak playoff VCT Pacific Stage 1 2026 semakin memanas menjelang fase akhir turnamen. Persaingan antartim elite Valorant Asia Pasifik kini semakin ketat demi memperebutkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Indonesia Raih Gelar Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026

Indonesia Raih Gelar Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026

RRQ Tergeser, Paper Rex Kuat di VCT Pacific Stage 1 2026

RRQ Tergeser, Paper Rex Kuat di VCT Pacific Stage 1 2026

Timnas Indonesia Cair Juara PUBG Mobile SEA Nations Cup 2026

Timnas Indonesia Cair Juara PUBG Mobile SEA Nations Cup 2026

Kramm Tim Selangor Red Giants Di Ban 7 Match & Denda $2.000

Kramm Tim Selangor Red Giants Di Ban 7 Match & Denda $2.000

Analis ONIC : “EVOS Jurdun Masa Nggak Lolos 12 Besar?”

Analis ONIC : “EVOS Jurdun Masa Nggak Lolos 12 Besar?”

Hasil Draw Asian Games 2026 MLBB, Grup Indonesia Berat?

Hasil Draw Asian Games 2026 MLBB, Grup Indonesia Berat?