Pemainnya Sempat Star Syndrome, Manay: Untuk Mereka Reset!

Spread the love

E Sport Trending – Tim esports asuhan Manay akhirnya kembali stabil setelah mengalami masa sulit akibat star syndrome yang sempat melanda beberapa pemain inti. Dalam wawancara terbarunya, Manay menjelaskan bahwa masalah tersebut muncul setelah tim meraih rentetan kemenangan dan mendapat banyak sorotan publik. Menurutnya, para pemain mulai terlalu percaya diri dan lengah dalam menjaga kualitas permainan. “Awalnya mereka ngerasa segalanya bakal tetap bagus walaupun latihan agak kendor. Di situlah masalah muncul,” ujar Manay.

Ia menegaskan bahwa meski kondisi tersebut cukup menghambat performa tim, para pemain bergerak cepat untuk memperbaiki diri setelah menerima evaluasi mendalam dari staf pelatih. “Begitu dikasih liat performa mereka sendiri, mereka langsung ngeh. Cepet sadar dan reset,” tambahnya.

Penyebab Turunnya Performa dan Cara Mengatasinya

Manay mengungkapkan bahwa star syndrome mulai tampak dari perubahan sikap di sesi latihan. Beberapa pemain terlihat kurang fokus, koordinasi menurun, dan proses review gameplay tidak berjalan maksimal. Dampaknya terasa langsung di pertandingan resmi, di mana tim yang biasanya dominan justru tampil tidak konsisten.

Untuk mengatasi hal tersebut, Manay dan jajaran staf melakukan pendekatan berbasis data. Mereka memperlihatkan grafik penurunan mekanik, komunikasi, hingga objektif kontrol dari setiap pemain. Tak hanya itu, mereka juga melakukan sesi diskusi personal untuk memahami tekanan dan pola pikir para pemain. Metode ini terbukti efektif karena para pemain dengan cepat menyadari kesalahan dan kembali memperkuat disiplin dasar. “Kami nggak perlu marah. Cukup tunjukkin fakta di layar, langsung sadar sendiri,” jelas Manay.

Tim Kembali Solid dan Siap Bersaing Lagi

Setelah proses reset mental tersebut, perubahan besar terlihat dalam rutinitas latihan. Pemain menjadi lebih disiplin, lebih terbuka menerima kritik, serta lebih serius dalam memperbaiki kelemahan masing-masing. Scrim terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari rotasi, positioning, hingga kualitas teamfight.

Manay menegaskan bahwa kondisi tim kini jauh lebih sehat secara mental maupun teknis. Ia optimis anak-anak asuhnya siap menghadapi turnamen besar mendatang. “Sekarang mereka kembali lapar kemenangan. Ini versi terbaik dari mereka,” tutupnya.

Sumber : ggwp.id

  • Related Posts

    Savvy Games Ambil Alih Dari Moonton, Era Baru Mobile Legends?

    Spread the love

    Spread the loveE Sport Trending – Industri esports global kembali diguncang kabar besar setelah Savvy Games Group resmi mengambil alih Moonton, pengembang Mobile Legends: Bang Bang. Akuisisi ini menandai pergeseran…

    Dua Pemain PH dari NAVI Yakin Akan Kembali Lebih Baik Lagi

    Spread the love

    Spread the loveE Sport Trending – UK1R dan Andoryuuu memberikan harapan baru bagi NAVI, yang dulu kerap kesulitan bersaing di papan atas. Kehadiran kedua pemain asal Filipina ini benar-benar membawa energi…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    RRQ Kembali Menjadi Partner EWC 2026, Berikut Kata Pak AP

    RRQ Kembali Menjadi Partner EWC 2026, Berikut Kata Pak AP

    Savvy Games Ambil Alih Dari Moonton, Era Baru Mobile Legends?

    Savvy Games Ambil Alih Dari Moonton, Era Baru Mobile Legends?

    Tundra Ke Grand Final ESL One Birmingham 2026! Aurora Kalah!

    Tundra Ke Grand Final ESL One Birmingham 2026! Aurora Kalah!

    7 Game Open World Tergila Pada Next Rilis

    7 Game Open World Tergila Pada Next Rilis

    7 Game PS1 Wajib Dimainkan Kembali

    7 Game PS1 Wajib Dimainkan Kembali

    6 Rekomendasi Aksesoris Tambahan Untuk Mobile Gaming!

    6 Rekomendasi Aksesoris Tambahan Untuk Mobile Gaming!